Trik Aliri Rek. Bank Kamu Setiap Hari! Semaumu!!!

Thursday, October 23, 2008

ASI dan Kecerdasan Bayi.

ASI merupakan makanan yang terbaik bagi bayi. Selain alami, kualitas dan kandungan nutrisinya tidak tertandingi oleh susu formula terutama bagi pertumbuhan bayi secara maksimal. Dalam ASI terkandung sejenis nutrisi penting yang berfungsi untuk belajar dan mengingat lebih baik yang disebut Gangliosida.

Gangliosida merupakan salah satu komponen dari membran sel manusia, terutama membran sel saraf dan otak. Untuk mendapat asupan nutrisi gangliosida optimal, bayi memang sebaiknya mendapat gangliosida dari ASI. Dalam ASI, ada dua jenis gangliosida yaitu, GD3 (disialogangliosides 3) dan GM3 (monosialogangliosides 3).

Ibu Menyusui Bayi
Gangliosida banyak terdapat pada air susu ibu pada enam minggu pertama masa menyusui. Pada awal menyusui, ASI yang memancar didominasi GD3. Begitu proses menyusui hampir usai, GM3 mendominasi. “Kadar GD3 pada ASI adalah 2-8 mcg/ml. Sedangkan GM3 mencapai 2-14 mcg/ml.”Karena itu, ibu yang baru melahirkan dianjurkan memberikan ASI kepada bayinya,” ungkap Ines Gulardi MSC dari PT Fonterra Brands Indonesia pada acara media edukasi bertema Peranan Nutrisi Gangliosida (GA) guna mengoptimalkan hubungan antar-sel otak pada bayi dan Balita di Denpasar, Senin.

Didampingi dr I Gusti Ayu Trisna Windiani SPA dari bagian Tumbuh Kembang Anak RSUP Sanglah Denpasar, ia mengatakan, ASI membantu pembentukan hubungan antar-sel otak, membantu kemampuan belajar dan menyimpan memori.

Ia menambahkan, selain GA, tumbuh kembangnya bayi juga dipengaruhi oleh stimulan yang diterima. Oleh sebab itu, orangtua diharapkan dapat menstimulasi anak dengan kasih sayang, berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Gangliosida yang terdapat dalam ASI itu juga terkandung dalam susu sapi dan sumber makanan lainnya yang bisa dikonsumsi manusia secara aman. Untuk itu, jika seorang ibu tidak dapat menyusui bayinya disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter atau ahli kesehatan. (Antara - Kompas)

Kosmetik bagi Ibu Hamil

HAMPIR semua ibu ingin kelihatan cantik dan rapi, bahkan kala hamil sekali pun. Namun, mengingat sebagian besar kosmetika di pasaran terbuat dari bahan kimia, ibu hamil perlu lebih berhati-hati. Kosmetika yang mengandung bahan kimia berbahaya bisa saja memicu masalah dalam proses pertumbuhan janin.

Dr H Taufik Djamaan, Sp.OG dari RS Bunda Jakarta mengungkapkan, banyak ahli yakin bahwa bayi yang menderita alergi, kanker kulit, autisme, dan cerebral palsy antara lain disebabkan paparan zat-zat kimia, salah satunya zat kimia dari kosmetik, seperti timah hitam, aluminium, metilmerkuri, dan alkohol. Memang, diakuinya, keyakinan ini masih berdasarkan dugaan, belum sampai pada kesimpulan.

“Namun demikian, setidaknya ibu hamil perlu mewaspadai mungkin saja kosmetika yang dipakainya menjadi berbahaya bila digunakan selagi hamil,” ujar Taufik. Untuk mengantisipasi bahaya ini, ibu perlu bersikap waspada, tapi bukannya tidak memakai produk kosmetika sama sekali.

Pastikan ibu tidak menggunakan kosmetika dengan bahan yang mengandung timah hitam, aluminium, metilmerkuri, dan alkohol, seperti yang banyak terkandung dalam krim pemutih kulit, cat rambut, dan obat keriting. Di luar itu, penggunaan kosmetika sebaiknya normal saja, tidak berlebihan.

So, for what type of cosmetics you have to pay more attention?
* LIPSTIK
Zat pewarna dan pengawet yang terkandung dalam lipstik jika tidak tertelan tak akan membahayakan janin. Lagi pula, kandungannya dalam kosmetik sangat sedikit, jadi tak perlu terlalu dikhawatirkan. Kecuali kalau ibu punya kebiasaan menjilati bibir, mungkin sekali lapisan lipstik yang dioleskan di bibir ikut tertelan.

“Dalam jumlah sedikit memang tidak akan berdampak apa-apa, tapi kalau ibu tanpa sadar sering menjilat bibirnya yang berlipstik, mungkin saja jumlah yang tertelan menjadi banyak,” kata Taufik. “Pengawet dan pewarna kalau dikonsumsi secara langsung memang sangat berbahaya buat ibu dan janin,” tambah dr Tina Wardhani Wisesa, Sp.KK, spesialis kulit dari klinik Sakti Medika, Tebet, Jakarta.

* KRIM PEMUTIH
Ciri krim pemutih yang mengandung merkuri ini adalah proses kerjanya yang sangat cepat. Tiga hari dipakai, hasilnya sudah dapat terlihat. Tanpa merkuri, umumnya krim pemutih baru terlihat hasilnya setelah pemakaian berminggu-minggu. Oleh karena itu, jangan pernah tergiur dengan penawaran ini.

* CAT RAMBUT
Cat rambut yang awet biasanya mengandung zat berbahaya. Kalau mau, gunakan cat rambut yang harus diulang setiap dua minggu karena itu berarti kandungannya tidak cukup berbahaya. Untungnya, saat ini berbagai produk kosmetik dan perawatan tubuh bermutu sudah tidak lagi memakai bahan-bahan keras yang berbahaya.

“Banyak produsen yang lebih suka memanfaatkan bahan dari tumbuh-tumbuhan dan buah-buahan yang aman,” tambah Tina. Bila ibu hamil tidak yakin akan kandungan zat-zat kosmetika yang akan dipakai, bertanyalah pada ahli kosmetika atau dokter kandungannya lebih dulu. “Biasanya mereka akan menjelaskan mana yang baik digunakan dan mana yang tidak.”

* OBAT JERAWAT
Ibu hamil yang akan mengobati infeksi pada kulit wajah, seperti jerawat yang menimbulkan kemerahan pada kulit, memerlukan pengawasan dari dokter kandungan ataupun ahli kosmetik. “Biasanya, ibu hamil diminta untuk menunda pengobatan sampai usia kandungannya mencapai 4 bulan, kalau dipaksakan dikhawatirkan akan mengganggu pertumbuhan awal janin,” tutur Tina. Selepas usia kandungan 4 bulan, silakan saja ibu hamil melakukan perawatan kulit berjerawat. (irfan Hasuki - Tabloid Nakita)